Merayakan 40 tahun Imamat

Gabriel Possenti Sindhunata, SJ, adalah anak Paroki Batu asli. Ia dilahirkan pada 12 Mei 1952 dari pasangan Ignatius Subiyanto dan Claudia Suningsih. Masa kecilnya dilewatkan di Tansar, Wetan Pasar, Desa Sisir, Kecamatan Batu. Sejak tahun 1979, orangtua dan keluarganya pindah ke Kampung Hendrik, Desa Ngaglik, Kota Batu.
 
Ia bersekolah di Sekolah Rakyat St. Yosef yang diasuh oleh suster-suster Sang Timur. Setelah tamat dari SMPK Batu, ia masuk ke Seminarium Marianum Lawang, asuhan romo-romo Karmelit (1968-1971). Pada tahun 1972, ia masuk Novisiat Serikat Yesus di Girisonta, Ungaran. Setelah belajar filsafat di Jakarta dan teologi di Yogyakarta, ia ditahbiskan menjadi imam, 30 Desember 1983. Lalu, ia ditugaskan menjadi pastor desa di Paroki Pakem, Sleman yang terletak di lereng Gunung Merapi (1984-1986). Kemudian ia ditugaskan untuk menyelesaikan program doktor filsafat di Hochschule für Philosophische Fakultät SJ, München, Jerman (1986-1992).
Ia dikenal luas sebagai wartawan Harian Kompas. Dan kini menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Basis dan Majalah Utusan di Yogyakarta. Di dunia jurnalistik dikenal karena tulisan-tulisannya tentang pergulatan hidup orang-orang kecil. Ia juga amat dikenal karena tulisan-tulisannya tentang sepak bola dunia di Harian Kompas.
 
Sementara di dunia sastra, ia dikenal karena karyanya yang telah menjadi klasik, Anak Bajang Menggiring Angin. Selain tulisan jurnalistik, karya sastra, budaya, dan intelektual. Ia banyak menulis buku-buku rohani, baik dalam Bahasa Indonesia maupun dalam Bahasa Jawa. Salah satu karyanya dalam bahasa Jawa antara lain Injil Papat, Piwulang Sang Guru Sejati ing Tembang Macapat. Sedangkan karya sastra terbaru Romo Sindhu berjudul Anak Bajang Mengayun Bulan.
 
(Dikutip dan diperbaharui dari Buku Kenangan 25 Tahun Imamat dalam Serikat Yesus)

TERUS MELAJU UNTUK INDONESIA MAJU

Memperingati Momentum.

Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indoneisia ke 78 pada tahun 2023 ini mengambil tema TERUS MELAJU UNTUK INDONESIA MAJU. Ini menjadi momentum yang tepat bagi setiap orang untuk merefleksikan kondisi bangsa Indonesia saat ini. Tema ini mengajak semua insan untuk merefleksikan semangat bangsa Indonesia untuk terus melanjutkan semangat perjuangan dan pembangunan, berkolaborasi untuk mewujudkan Indonesia maju. Sejalan dengan ini, mentri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, menegaskan dalam sambutannya betapa pentingnya melanjutkan semangat perjuangan para pahlawan di masa lampau dalam merebut Kemerdekaan.

Perjuangan para pahlawan di masa lampau dalam merebut kemerdekaan bukanlah perjuangan satu orang atau satu kelompok tertentu saja, melainkan perjuangan semua lapisan golongan masayarakat. Semangat gotong royong dan kolaborasi dari setiap lapisan golongan masyarakat menjadi kunci keberhasilan bangsa Indonesia dalam merebut Kemerdekaan 78 tahun yang silam.

Melaju untuk Maju.

Kondisi dan situasi sulit yang dialami oleh bangsa Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini hendaknya tidak membuat semangat juang bangsa ini mandeg atau stagnan. Semangat juang dalam menghadapi situasi sulit hendaknya terus dikobarkan dan ditularkan kepada semua lapisan golongan masyarakat. Perjuangan bangsa Indonesia zaman modern ini bukan lagi perjuangan melawan dan mengusir musuh atau penjajah, tetapi perjuangan untuk terus mengobarkan semangat cinta tanah air, merangkul perbedaan, dan hidup rukun dalam keberagaman.

Bila ingin maju, bangsa ini harus berani mendobrak sekat-sekat perbedaan. Hidup dalam semangat kolaborasi dan gotong royong yang tinggi akan menghasilkan harmonisasi dan transformasi kehidupan yang semakin memperkuat ikatan sosial dan spiritual masing-masing pribadi atau kelompok. Dalam konteks inilah tema Terus Melaju untuk Indonesia Maju, mendapatkan bentuk praktis konkretnya.

Dari SMPK Widyatama untuk Indonesia.

Sebagai bagian dari Bangsa Indonesia, keluarga besar SMPK Widyatama Batu, yang meliputi para guru, karyawan, dan siswa-siswi, juga turut memperingati dan memaknai Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 78 ini. Terinspirasi dari sambutan Mentri Kemenbudristek, Nadiem Anwar Makarim, keluarga besar SMPK Widyatama Batu juga merasa betapa pentingnya pembiasaan semangat gotong royong dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Gotong royong merupakan intisari dari Pancasila. Pancasila menjadi jiwa yang melandasi setiap segi kehidupan kita, termasuk dalam dunia pendidikan. Dalam proses belajar mengajar di lingkungan SMPK Widyatama, siswa-siswi tidak pernah dididik untuk menjadi individualis dan hanya memperhatikan dirinya sendiri, melainkan senantiasa dididik untuk memiliki jiwa sosial yang tinggi dan peka akan keadaan lingkungan sekitarnya. Pada tahap ini, tujuan yang ingin dicapai bukan lagi hanya fokus pada pengembangan kemampuan akademis siswa-siswi, tetapi lebih dari itu pengembangan dan pembiasaan karakter-karakter positif siswa-siswi.

Semangat gotong-royong, yakni sikap rela menghargai sesama, semangat kerjasama, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dipertajam secara spesifik oleh Mentri Kemendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim dalam sambutannya, ketika dia dengan lantang mengajak semua lapisan golongan masyarakat, terutama institusi-institusi pendidikan, agar menjauhkan diri dari praktik kekerasan atau perundungan. Sekolah-sekolah harus memastikan dan menjamin terciptanya lingkungan belajar mengajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Tugas ini bukan hanya menjadi tanggung jawab para guru atau karyawan, melainkan juga seluruh warga sekolah, termasuk siswa-siswi. Siswa-siwi bahkan diharapkan dapat menjadi agen-agen perubahan dan pelaku utama dalam menciptakan lingkungan belajar mengajar yang nyaman dan menyenangkan, dengan tidak menjadi pelaku kekerasan atau perundungan terhadap sesama siswa-siswi.

Dengan terciptanya lingkungan belajar mengajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan, maka kemajuan yang kita harapkan dapat tercapai. Melaju untuk Maju berarti fokus menggapai masa depan yang cerah. Namun demikian gerak untuk maju tidak berarti terus melaju tanpa kontrol. Tuas kontrolnya ada pada kita dan kita semua adalah pengontrolnya. Semua warga sekolah diaharapkan mampu mengontrol setiap pola tingkah, tutur kata, dan cara bersosialisasi, dengan cara-cara yang positif dan membangun. Melaju untuk kemajuan SMPK Widyatama berarti membangun gerak langkah bersama-sama, dalam kontrol bersama-sama, untuk mencapai tujuan bersama. Itulah makna kemerdekaan untuk kita keluarga besar SMPK Widyatama Batu.

MERDEKA…
MERDEKA…
MERDEKA…

 

Robertus Moses

Guru SMPK Widyatama.

Rangkaian Kegiatan HUT ke 73 SMPK Widyatama Batu

Tujuh puluh tiga tahun perjalanan SMPK Widyatama Batu dalam mengabdikan diri di bidang pendidikan merupakan usia yang panjang dan matang bagi sebuah lembaga pendidikan untuk mencapai predikat nama baik dan nama besar. Kemampuan SMPK Widyatama Batu dalam menjaga serta mengatur ritme dan strategi untuk terus mempertahankan kepercayaan pemerintah dan masyarakat sebagai salah satu lembaga pendidikan  sudah tidak diragukan lagi.  SMPK Widyatama  senantiasa berupaya dan terus memperbaiki kualitas demi mencetak prestasi gemilang serta menyumbangkan alumni yang cerdas, tangguh, dan mumpuni di tingkat daerah, regional, nasional maupun internasional.

Saat ini, SMPK Widyatama patut berbangga dan bersyukur karena di usia mencapai 73 tahun masih dapat berdiri dan dipercaya oleh masyarakat, di tengah ketatnya persaingan kualitas pendidikan di Kota Batu dan Malang Raya.

Oleh karena itu, sebagai wujud rasa syukur SMPK Widyatama Batu menyelenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun.  Selain itu,  peringatan tersebut juga merupakan langkah taktis yang ditujukan  kepada masyarakat luas, guna mengapresiasi kinerja  SMPK Widyatama Batu selama ini.

Peringatan HUT ke-73 yang mengambil tema “Optimis dalam Mewujudkan Sekolah Berprestasi” , dimeriahkan  dengan rangkaian kegiatan dimulai tanggal 12 dan 13 Oktober 2022 berupa lomba-lomba antarkelas yaitu, lomba Paduan suara, cipta puisi, E-Sport, Basked, dan Futsal. Lomba-lomba antarkelas tersebut diikuti oleh para siswa dengan sangat antusias dan dengan semangat bersaing yang positif.

Kegiatan dilanjutkan pada hari Sabtu, 15 Oktober 2022 dengan  Gerak Jalan Sehat, Bazaar, dan Pentas Seni. Kegiatan ini di luar dugaan Panitia karena peserta yang mengikuti gerak jalan sehat sangatlah banyak, mulai dari siswa siswi SMPK sendiri, Masyarakat sekitar, serta para alumni SMPK Widyatama dari berbagai angkatan bahkan dari luar kota yang juga banyak hadir.

Meskipun sempat pesimis, karena pada pagi hari, menjelang keberangkatan gerak jalan sehat sempat diguyur hujan yang sangat lebat, tetapi  tidak lama kemudian hujan berhenti, sehingga  Jalan Sehat bisa dilaksanakan dengan aman dan lancar. Rute gerak jalan tidaklah jauh hanya mengitari satu kelurahan Ngaglik tempat SMPK Widyatama menjadi bagian dari wilayah kelurahan tersebut. Ketika peserta sampai digaris finish  yaitu kembali ke SMPK Widyatama lagi, disambut dengan kegiatan seni para siswa siswi SMPK Widyatama dan Bazaar yang menyajikan beraneka Macam makanan dan minuman, atas kerja sama sekolah dengan paguyubnan wali peserta didik. Acara demi acara berjalan dengan aman dan lancar meskipun sesekali hujan gerimis mengguyur, namun para peserta tidak beranjak dari tempat mereka, sebaliknya malah menikmati sajian berbagai makanan minuman dan panggung hiburan seni persembahan siswa siswi TK dan SD Sang Timur Batu, SMPK Widyatama dan SMAK Yos SUdarso Batu, serta pembacaan nomor undian doorprice di sela- sela cara tersebut.

Rangkaian kegiatan acara hari itupun berakhir setelah dibacakannya nomor undian hadiah utama yaitu Sepeda gunung, mesin cuci, dan lemari es. Semua menikmati sajian dengan suasana meriah dan penuh kegembiraan.

Puncak peringatan HUT SMPK Widyatama adalah Misa syukur yang dilaksanakan tepat pada hari Senin, 17 Oktober 2022. Misa syukur tersebut dikuti oleh seluruh keluarga besar SMPK Widyatama, para Bapak-Ibu Guru dan Karyawan purnatugas, serta Ibu-ibu paguyuban kelas.

SMPK Widyatama yang didirikan dengan naungan Yayasan Karmel menyelenggarakan misa tersebut sebagai ungakap rasa syukur karena di usia mencapai 73 tahun tersebut masih dapat berdiri serta dipercaya oleh masyarakat.

Setelah Misa, para siswa kembali ke kelas untuk mengikuti lomba menghias tumpeng antar kelas yang akan dinilai oleh ibu ibu dari Paguyuban kelas, sedangkan Bapak Ibu guru dan karyawan serta Bapak Ibu guru purna tugas masuk ke dalam aula mengikuti acara syukuran dalam bentuk pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh kepala sekolah, kemudian acara dilanjutkan dengan ramah tamah.

Demikian tadi seluruh rangkaian acara peringatan HUT ke-73 SMPK Widyatama Batu, semoga di usia yang ke 73 ini,  SMPK Widyatama  tetap senantiasa berupaya dan terus memperbaiki kualitas demi mencetak prestasi gemilang serta menyumbangkan generasi muda Indonesia yang cerdas dan tangguh.

“SMPK Widyatama  Optimis dalam Mewujudkan Sekolah Berprestasi”

Tuhan Memberkati

HUT KE-73 SMPK WIDYATAMA

HUT KE-73 SMPK WIDYATAMA

 

Tujuh puluh tiga tahun perjalanan SMPK Widyatama Batu dalam mengabdikan diri di bidang pendidikan merupakan usia yang panjang dan matang bagi sebuah lembaga pendidikan untuk mencapai predikat nama baik dan nama besar. Kemampuan SMPK Widyatama Batu dalam menjaga serta mengatur ritme dan strategi untuk terus mempertahankan kepercayaan pemerintah dan masyarakat sebagai salah satu lembaga pendidikan  sudah tidak diragukan lagi.  SMPK Widyatama  senantiasa berupaya dan terus memperbaiki kualitas demi mencetak prestasi gemilang serta menyumbangkan alumni yang cerdas, tangguh , dan mumpuni di tingkat daerah, regional, nasional maupun internasional.

Saat ini, SMPK Widyatama patut berbangga dan bersyukur karena di usia mencapai 73 tahun masih dapat berdiri dan dipercaya oleh masyarakat, di tengah ketatnya persaingan kualitas pendidikan di Kota Batu dan Malang Raya.

Oleh karena itu, sebagai wujud rasa syukur SMPK Widyatama Batu menyelenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun.  Selain itu,  peringatan tersebut juga merupakan langkah taktis yang ditujukan  kepada masyarakat luas, guna mengapresiasi kinerja  SMPK Widyatama Batu selama ini.

 

RANGKAIAN KEGIATAN HUT KE-73 SMPK WIDYATAMA BATU

NO TANGGAL KEGIATAN PELAKSANA PESERTA
1 Sabtu, 3 September 2022 Rapat Perdana, Pembentukan Panitia Kepala Sekolah Guru Karyawan SMPK
2 Sabtu, 1 Oktober 2022 Rapat Koordinasi Panitia Panitia Panitia
3 Jumat, 7 Oktober 2022 Rapat Koordinasi Pantia, Tenan, Paguyuban Kelas Panitia Tenan, OSIS, Komite dan Paguyuban
4 Rabu, 12 Oktober 2022

 

Lomba Paduan Suara Panitia Peserta Didik SMPK WITA
Lomba Cipta Puisi Panitia Peserta Didik SMPK WITA
Lomba E-Sport OSIS WITA Peserta Didik SMPK WITA
Lomba Basket OSIS WITA Peserta Didik SMPK WITA
Lomba Futsal OSIS WITA Peserta Didik SMPK WITA
5 Kamis, 13 Oktober 2022

 

Lomba Design Ucapan HUT ke-73 SMPK untuk Posting di Instagram OSIS WITA Peserta Didik SMPK WITA
Lomba Basket  (lanjutan) OSIS WITA Peserta Didik SMPK WITA
Lomba Futsal (lanjutan) OSIS WITA Peserta Didik SMPK WITA
6 Jumat, 14 Oktober 2022 Gladi Bersih dan Persiapan Gerak Jalan Sehat, Bazaar, dan Gebyar Seni Panitia Gerak Jalan Sehat, Bazaar, dan Gebyar Seni
7 Sabtu, 15 Oktober 2022 Gerak Jalan Sehat, Bazaar, dan Gebyar Seni Panitia Peserta Didik SMPK WITA, Alumni, Paguyuban dan Komite
8 Senin, 17 Oktober 2022 Misa di Gereja dilanjutkan Tumpengan di masing-masing kelas Panitia Keluarga Besar SMPK Widyatama

Kesaktian Pancasila Menggerakan Pembelajaran P5 Di Komunitas Sekolah

Membuka lembaran kamus bahasa Indonesia menerangkan kata sakti memiliki makna mampu berbuat sesuatu yang melampaui kodrat alam. Dengan lain kata kesaktian bisa juga memiliki arti kuasa gaib dan keramat. Secara historis Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merupakan perjuangan panjang sebelum kemerdekaan sampai masa awal kemerdekaan RI tahun 1945.

Garuda pancasila lahir dari gagasan besar wawasan kebangsaan oleh pendiri bangsa Indonesia dan mencantumkan bunyi sila-sila beserta simbol-simbol sebagai pedoman dan pandangan hidup berbangsa dan bernegara bagi seluruh warga negara Indonesia dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Tema hari kesaktian pancasila 1 oktober 2022 adalah “Bangkit Bergerak Bersama Pancasila”.

Catatan historis menyebut Pancasila sakti karena berhasil menyelamatkan bangsa Indonesia dari pemberontakan gerakan 30 september partai komunis Indonesia (PKI) tahun 1965 -1966 yang ingin mengubah dasar negara pancasila menjadi negara komunis. Ketika itu pula Soeharto bersama rekan-rekan berhasil mematahkan pemberontakan PKI. Sampai pada saat ini pancasila berhasil menyatukan seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang walaupun menghadapi berbagai tantangan. Pada zama generasi Z abad 21 sekarang penghayatan Pancasila masuk dalam program bidang pendidikan profil pelajar Pancasila oleh kemendikbudristek pada kurikulum merdeka belajar yang di harus diajarkan di sekolah yang dikenal dengan pembelajaran projek penguatan pfofil pelajar pancasila (P5) dengan pendekatan pembelajaran project based learning (PjBL) yang merupakan pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok.

Berpedoman permendikbudristek No.56/M/2022, projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler yang merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, atau pengayaan kegiatan intrakurikuler dilingkungan belajar disekolah seluruh Indonesia yang berbasis projek dan dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter siswa siswi sesuai dengan prinsip profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan. Pendidikan profil pancasila memuat macam-macam komponen seperti berwawasan global, bhineka tunggal ika, gotong royong, bernalar kritis, mandiri dan kreatif.

Penguatan Profil Pelajar Pancasila dikomunitas sekolah merupakan bagian dari kurikulum merdeka belajar untuk mengajarkan dan membentuk cerdas berkarakter supaya siswa bersikap toleransi, menghargai dan menghormati perbedaan.

Implementasi pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dalam kontekstual pemahaman sakti belajar dalam kurikulum merdeka mengajar seorang pendidik bebas mengambil topik materi yang diajarkan kepada murid tanpa berurutan sesuai susunan topik BAB di buku pedoman guru dan buku pegangan siswa juga seorang guru menyesuaikan bahan ajar dengan modul ajar yang akan dipersiapkan sesuai komponen ekosistem sekolah, mendesain projek, mengelola, mendokumentasikan serta melaporkan hasil kemudian terakhir adalah evaluasi dan tindak lanjut bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan pengetahuan dan karakter siswa dilingkungan sekolah. Didalam proses pembelajaran profil pelajar Pancasila kesaktian seorang pendidik harus memahami dan mempersiapkan alur tujuan pembelajaran (ATP), menguasai indikator materi, persiapan media pada waktu mengajar, memahami capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran (TP), pemahaman bermakna, membuat pertanyaan pemantik, assessment, remidial, refleksi dan lembar kerja siswa (LK).

Saya ucapkan selamat hari kesaktian pancasila 1 oktober 2022.

 

 

 

 

oleh : Alexander Suwandi

SMP Katolik Widyatama Batu Menjadi Tuan Rumah BKSN 2022

SMP Katolik Widyatama Batu menjadi tuan rumah Bulan Kitab Suci (BKSN) se- Malang Raya dan Batu 2022. Acara yang digelar pada Kamis, 29 September 2022 disambut sangat antusias oleh segenap keluarga besar SMP Katolik Widyatama. Berbagai persiapan dilakukan untuk mendukung kegiatan tersebut. Apalagi kegiatan tersebut di hadiri oleh beberapa orang penting dari pemerintahan , baik dari unsur gereja, kementerian, DPRD, dan Wakil Wali Kota Batu.

Dalam Persiapannya, sekolah yang berada di jalan Sudirman Batu ini melakukan banyak kegiatan yang berhubungan dengan kebersihan dan penataan tempat. Mulai kegiatan kerja bakti dalam wadah “Wita Berkilau” sampai mempersiapkan tempat-tempat yang akan digunakan untuk aktivitas panitia dan lomba-lomba.

“Karena takut terlambat dan khawatir terjebak kemacetan maka beberapa panitia berasal dari Malang datang malam harinya dan menginap di sekolah”, kata ketua panitia. Untuk itu pihak sekolah mempersiapkan tempat menginapnya. yaitu di ruang UKS dan beberapa kelas. Siangnya, beberapa guru dan siswa berjibaku untuk menatakannya supaya saat datang mereka bisa beristirahat dengan nyaman.

Tepat pukul 08:00 acara dimulai. Nampak peserta lomba dan pendamping, baik dari pihak guru maupun orang tua memenuhi aula dan lokasi lomba. Pembukaan kegiatan dilaksanakan di aula dan  sekaligus dibuka oleh Wakil Wali Kota Batu, Bapak H. Punjul Santoso, M.Pd. . Acara diawali dengan beberapa penampilan tari-tarian dan nyanyian dari beberapa perwakilan sekolah Katolik. Dari SMP Katolik diwakili oleh….dengan menyanyikan lagu berjudul…..

Pada kesempatan itu juga OSIS SMP Katolik Widyatama juga tidak ketinggalan  ikut meramaikan acara BKSN yang ada di sekolah yaitu dengan membuka café Wita. Beberapa makanan, minuman, dan snack dijual di sana. Bahkan tidak disangka-sangka Bapak Punjul Santoso selesai membuka acara, mampir ke café dan memborong beberapa makanan yang dijual oleh anak-anak OSIS. Pada kesempatan itu juga Bapak Punjul menyampaikan bahwa Beliau  merupakan alumni SMPK Widyatama

Selama kegiatan berlangsung, nampak  kesibukan di sana-sini. Para panitia memandu para peserta menuju ke tempat lomba-lomba sesuai dengan bidangnya.Ada juga yang masih terlihat membawa peralatan yang dibutuhkan dalam lomba. Sementara itu, dari Bapak Ibu guru SMPK Widyatama juga tidak kalah sibuknya karena beberapa Bapak Ibu guru memang terlibat dalam kepanitiaan. Sementara yang tidak ikut menjadi panitia juga sibuk membantu di berbagai pekerjaan kepanitiaan. Beberapa siswa dari tim jurnalistik dan OSIS juga melakukan pemotretan di beberapa even dan kegiatan untuk dijadikan dokumentasi bahkan mereka mendapat kesempatan untuk melakukan wawancara dengan Bapak Wakil Wali Kota Batu

 

Tepat pukul 13:30 kegiatan lomba berakhir. Peserta lomba kembali berkumpul di aula untuk mendengar pengumuman pemenang. Setelah pembagian tropi dan hadiah maka berakhirlah kegiatan BKSN 2022.

Pendidikan Karakter Pelajar Pancasila dan Tantangan Revolusi Industri Keempat

Pendidikan profil Pancasila diatur dalam kebijakan kementerian pendidikan dan kebudayaan No 22 tahun 2020 menerangkan strategic plan kementerian pendidikan dan kebudayaan tahun 2020-2024. Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar Indonesia khususnya generasi Z sebagai pelajar sepanjang hayat hidup yang memiliki kompetensi global dan bertingkah laku atau bersikap sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Ciri-ciri utama nilai-nilai pancasila yang harus di pelajari oleh generasi Z untuk membentuk karakter pelajar yang baik yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif. Pendidikan profil Pancasila sebagai landasan untuk memperkuat kepribadian karakter generasi Z di bidang pendidikan.

Ki Hadjar Dewantarara menjelaskan pendidikan mengenai usaha kebudayaan yang ditujukan untuk memberi bimbingan dalam hidup, tumbuhnya jiwa raga peserta dididik di bangku sekolah supaya bawaan lahiriah setiap individu manusia hidup menjadi pengaruh positif yang baik. Mendidik siswa di lingkungan sekolah membuat pribadi peserta didik menuju adab kemanusiaan dan memanusiakan manusia.

Pendidikan merupakan sebuah tuntunan dalam hidup generasi Z yang harus tumbuh dan berkembang dalam hidupnya. Hal tersebut bahwa tumbuhnya anak terletak pada kecakapan atau kehendak dari pendidik. Setiap anak memiliki kekuatan dalam dirinya sendiri, memiliki pengalaman, dan kekayaan dalam diri setiap anaknya.

Pendidik haruslah membimbing dan menguatkan karakter profil Pancasila supaya anak mampu mengendalikan diri juga mengadaptasi diri dengan kemajuan teknologi khususnya revolusi industri keempat bersifat positif.

Revolusi Industri Keempat munculnya terobosan teknologi di sejumlah bidang seperti robotika, kecerdasan buatan, nanoteknologi, komputasi kuantum, bioteknologi, Internet of Things (IoT), pencetakan 3D, dan kendaraan otonom. Perkembangan teknologi canggih yang dikenal revolusi industri 4.0 datang masuk ke Indonesia berjalan bersama arus globalisasi dan akan mempengaruhi perkembangan, perubahan karakter pada anak bangsa Indonesia.

Pada teknologi canggih ini anak cendrung asyik berhadapan benda teknologi dan jarang hidup bersama teman berbeda budaya, berbeda agama, suku dan etnik juga tidak memahami komunikasi lintas budaya Indonesia hal ini akan berdampak pada anak tidak mengenal dan memahami bangsa indonesia yang ber Bhineka Tunggal Ika sehingga perlunya pendidikan karakter pada anak bangsa untuk mempertahankan jati diri sebagai generasi penerus bangsa Indonesia yang berbudaya.

Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menyeimbangkan ilmu pengetahuan dengan ilmu moral dan budaya bangsa sehingga generasi penerus bangsa memiliki kesadaran untuk perpikir, besikap dan bertindak secara baik dan sesuai kemampuan kesadaran hidupnya.

Igeneration yang dikenal dengan generasi Z merupakan generasi mutakir dari berbagai aspek kehidupan pasti memerlukan perangkat elektronik kecil dan program aplikasi lengkap yang memiliki fungsi khusus tentu saja hal tersebut berdampak pada pola hidup anak bangsa yang kaku juga sebagai awal mula memudarnya rasa nasionalisme pada generasi bangsa masa kini berbahaya bagi moral bangsa hingga menurunnya rasa nasionalisme Indonesia.

Alasannya Igeneration kecenderunganya lebih menyukai gaya hidup bermain bersama teknologi jika dibandingkan dengan kehidupan sosial budaya bangsa plural. Pendidikan Pancasila merupakan pengikat hidup bersama bernegara dan berbangsa Indonesia. I Pendidikan berprofil Pancasila digunakan untuk proses pembinaan serta pembentukan karakter dan peradaban bangsa Indonesia yang beraneka ragam budaya dan agama.

Pendidikan Pancasila pada era generasi Z akan menghadapi tantangan revolusi 4.0 yang sedang bergulir dalam bangsa Indonesia akan menyebabkan mulai kehilangan akar budaya bangsa Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia khususnya generasi Z abad 21 perlu mempelajari dan memahami mata pelajaran Pancasila sebagai pendidikan karakter melalui pengajaran pendidikan pancasila di sekolah maupun diperguruan tinggi bertujuan untuk meningkatkan jiwa nasionalisme generasi muda masa kini juga menanamkan jiwa nasionalisme dan nilai- nilai luhur Pancasila.

Lembaga pendidikan merupakan fondasi utama pembinaan generasi muda bangsa paling utama untuk mempersiapkan anak muda kekinian terutama karakternya. Karakter yang harus dibangun berbasis pancasilais yaitu menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, memandang bahwasannya nilai- nilai Pancasila merupakan pedoman serta pegangan dalam mengatur sikap dan tingkah laku hidup berbangsa dan bernegara.

REKOLEKSI SMPK WIDYATAMA

    Pada tanggal 6-7 April 2022, SMP Katolik Widyatama Batu mengadakan rekoleksi yang diperuntukkan secara khusus bagi siswa-siswi kelas IX yang akan segera lulus. Kegiatan Rekoleksi yang diikuti oleh 104 orang siswa-siswi kelas IX ini diadakan di area Camping Ground Paroki Gembala Baik, Batu. Selain dimaksudkan sebagai bentuk penyegaran hidup rohani, rekoleksi yang mengambil tema: MENGGAPAI ASA, MERAIH CITA ini, juga memiliki tujuan untuk mempersiapkan siswa-siswi kelas IX dalam menentukan masa depan mereka, yakni memasuki jenjang pendidikan tingkat SMA. 

    Rekoleksi, sebagaimana arti katanya adalah upaya untuk mengumpulkan kembali pengalaman-pengalaman hidup seseorang. Setiap pribadi memiliki pengalaman yang berbeda-beda dan unik. Demikian juga dengan siswa-siswi kelas IX SMP Katolik Widyatama ini. Mereka telah melewati begitu banyak pengalaman hidup selama menimba ilmu di sekolah tercinta ini. Tetapi, meskipun mereka memiliki segudang pengalaman dalam hidupnya, tidak jarang pengalaman itu berlalu begitu saja tanpa makna. Socrates, seorang pemikir hebat zaman Yunani Kuno, pernah mengatakan: hidup yang tidak dirfleksikan (dimaknai) sesungguhnya adalah hidup yang tidak layak untuk dijalani. Maksudnya jelas, hidup harus betul-betul disadari dan dihidupi, bukan hanya sekedar berjalan tanpa makna dan tujuan. “Urip iku Urup”, demikian pepatah bijak sering kita dengar. Memang, urip iku mung mampir ngombe, tapi tidak lantas membuat hidup dijalani tanpa arah dan makna. Meskipun hidup hanya seperti singgah minum, tetapi pastikan bahwa air yang kita reguk itu adalah air kebijaksanaan hati dan budi, yang dapat menuntun kita pada tujuan akhir yang agung. Pemaknaan terhadap setiap pengalaman hidup merupakan upaya untuk mengangkat dan melihat setiap pengalaman hidup tersebut dari kacamata spiritual atau rohani. Rekoleksi adalah salah satu kegiatan yang dimaksudkan untuk tujuan agung tersebut. 

    Selama dua hari berproses dalam kegiatan rekoleksi ini, siswa-siswi kelas IX SMP Katolik Widyatatama diajak pertama-tama untuk mengenal dan mengembangkan potensi diri mereka. Hal ini penting sekali, supaya mereka sungguh-sungguh dapat mengarahkan diri pada cita-cita yang tepat, sesuai dengan potensi dan kapasitas dirinya. Pengenalan akan diri dan potensinya yang baik ini juga akan membuka kesadaran siswa-siswi terhadap keunikan dirinya. Selanjutnya, siswa-siswi juga diajak untuk menyadari keadaan dunia saat ini yang sangat dipengaruhi oleh teknologi. Akibat perkembangan alat-alat teknologi dewasa ini, pola relasi manusia juga mengalami perubahan signifikan. Manusia bisa kehilangan arah dan jati dirinya. Para siswa-siswi yang masih pada usia remaja ini akan sangat mungkin terseret ke dalam bahaya semacam ini. Oleh karena itu, siswa-siswi perlu diingatkan suapaya dapat memanfaatkan alat-alat teknologi dengan bijaksana. Jangan sampai mereka kehilangan identitas dan jati diri karena dikuasai oleh teknologi sedemikian rupa. 

Sebagai puncak dari pesan rekoleksi ini, siswa-siswi diajak untuk membangun relasi sosial secara nyata terus menerus. Pola relasi teknologi yang dilakukan dalam ruang-ruang virtual tidak akan pernah bisa menggantikan relasi sosial secara nyata. Teknologi memang banyak mendatangkan kemudahan dalam berbagai hal, tetapi kesadaran dan kemauan untuk berani berjuang dan bekerja keras dalam menggapai masa depan yang cerah perlu dimiliki setiap saat. ASA dan CITA yang cerah, tidak mungkin dicapai melalui jalan pintas, tidak dengan cara-cara manipulatif, tidak juga melalui jalan spontan, tetapi justru melalui jalan yang tidak mudah, yang memerlukan semangat pantang menyerah, perjuangan, ketekunan, dan kerendahan hati. 

 

Semoga demikian…

Hari Cuci Tangan Sedunia atau Global Handwashing Day

Hari Cuci Tangan Sedunia atau Global Handwashing Day diperingati setiap tanggal 15 Oktober.

Cuci tangan adalah salah satu perilaku hidup bersih dan sehat yang selalu digaungkan sejak lama untuk menjaga kesehatan dan kebersihan pribadi. Terutama, saat ini ketika ada pandemi virus corona

Cuci tangan perlu dilakukan lantaran tangan merupakan media yang sangat ampuh untuk berpindahnya penyakit,  digunakan untuk memegang benda-benda yang seringkali tidak kita ketahui dengan pasti kebersihannya.

Salah satu contoh adalah ketika kita memegang pegangan pintu atau pegangan dalam kendaraan. Kita tidak pernah tahu, apakah ada agen penyakit (virus/bakteri) yang menempel di sana, bisa jadi sebelumnya dipegang oleh orang yang batuk atau bersin ditutup oleh tangannya.

Kemudian, tangan kita yang sudah memegang pegangan pintu tersebut, lalu menutup mulut kita yang menguap atau langsung memegang makanan. Di sinilah bisa terjadi proses perpindahan agen penyakit.

Sebagai kebiasaan yang baik, mencuci tangan perlu memenuhi cara yang benar, agar kita yakin bahwa seluruh permukaan tangan sudah terbasuh dan benar-benar bersih.

Mencuci tangan yang benar harus menggunakan sabun dan air mengalir. Berikut urutan cara cuci tangan yang benar dirangkum dari laman Covid-19 Kementerian Kesehatan:

Basahi tangan, gosok sabun pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar.

  1. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian.
  2. Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih.
  3. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci.
  4. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian.
  5. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan. Bilas dengan air bersih dan keringkan.

 

Berikut 5 waktu penting untuk cuci tangan:

    Sebelum makan

    Setelah BAB

    Sebelum menjamah makanan

    Sebelum menyusui

    Setelah beraktivitas

 

Keluarga besar SMPK WIdyatama Batu mengajak seluruh lapisan masyarakat bahwa Pandemi Covid-19

Mengingatkan kita bahwa salah satu cara paling efektif untuk menghentikan penyebaran virus dengan cara yang sederhana, yaitu kebersihan tangan

 

Mencuci tangan bukan sekedar untuk mengalahkan virus tetapi juga memastikan kesehatan yang lebih baik dan tidak hanya dimasa pandemic menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan

menggunakan sabun harus menjadi prioritas saat ini dan di masa yang akan datang.

hari cuci tangan sedunia15 Oktober 2021 Kebersihan tangan untuk semua mengajak masyarakat untuk mewujudkan kebersihan tangan sedunia.

 

[yotuwp type=”videos” id=”tZ11erG6Nnw” column=”1″ per_page=”1″]

Program Satuan Pendidikan Aman Bencana

SOSIALISASI Program Satuan Pendidikan Aman Bencana SMPK Widyatama Batu

Sesuai dengan Surat Himbauan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mendorong penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana.

Maka pada tanggal 17 sampai dengan 18 Mei 2022, SMPK Widyatama bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu menyelenggarakan Sosialisasi Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Kegiatan ini di awali pada hari Selasa 17 Mei 2022 oleh BPBD Kota Batu yang memberikan sosialisasi kepada seluruh peserta didik kelas 7, 8 , dan beberapa guru pendamping serta wali kelas.

Pukul 08.30 Peserta didik kelas 7 dan 8 memasuki Aula dan diawali dengan berdoa dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama sama. Kemudian dengan tertib para peserta mendengarkan dengan seksama Kebijakan dan Penerapan Sekolah Aman Bencana di Kota yang disampaikan oleh Tim BPBD Kota Batu.

 

Mulai dari penjelasan tentang :

  • Peta tektonik Indonesia,
  • Pengertian bencana itu sendiri,
  • Lalu apa saja Potensi Bencana di Kota Batu, baik geologis, geografis maupun demografi,
  • Siklus bencana,
  • Tantangan dan isu penting,
  • Kebijakan dan strategi.

 

Kemudian Dijelaskan pula apa saja yang menjadi tugas tugas BPBD Kota Batu , antara lain :

  1. Menetapkan pedoman dan pengarahan sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah yang mencakup pencegahan bencana, penanganan darurat, rehabilitasi, serta rekonstruksi secara adil dan setara;
  2. Menetapkan standardisasi serta kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana;
  3. Menyusun, menetapkan, dan menginformasikan peta rawan bencana;
  4. Menyusun dan menetapkan prosedur tetap penanganan bencana;
  5. Melaksanakan penyelenggaraan penanggulangan bencana
  6. Melaporkan penyelenggaraan

 

Kemudian kegiatan pada hari itu ditutup dengan INOVASI EDUKASI yang berbentuk GAME

Ada 2 game yaitu : MONTANA GAME dan UNGGANA GAME yang dibuat oleh Tim BPBD Kota Batu

MONTANA artinya Monopoli Tangguh Bencana

UNGGANA artinya Ualr Tangga Tangguh Bencana

Permainan yang di adopsi dari permainan Monopoli dan Ular tangga

Monopoli Tangguh Bencana (MONTANA) merupakan permainan monopoli yang dirancang sebagai sarana edukasi pengetahuan dalam rangka pengenalan, pemahaman pengetahuan di bidang kebencanaan, baik pada saat pra bencana, tanggap darurat maupun pasca bencana sehingga diharapkan kesadaran kepada para pemain untuk berperan aktif dalam kegiatan pencegahan, mitigasi maupun penanganan bencana saat tanggap darurat yang pada akhirnya dapat membentuk masyarakat Tangguh bencana dimanapun mereka berada dengan membentuk Keluarga Tangguh Bencana (Katana).

Begitu pula dengan permainan Unggana (Ular Tangga Tangguh Bencana).

 

Pada hari Kedua, tanggal 18 Mei 2022 dilanjutkan dengan Sosialisasi  dan  Peragaan  Penggunaan Alat Pemadam Kebakaran yang disampaikan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu.

Sama seperti hari sebelumnya,  Pukul 08.30 Peserta didik kelas 7 dan 8 memasuki Aula dan diawali dengan berdoa dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama sama. kemudian dengan tertib para peserta mendengarkan dengan seksama Sosialisasi  dan  Peragaan  Penggunaan Alat Pemadam Kebakaran yang disampaikan oleh Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu,

Setelah mempelajari materi ini peserta diharapkan dapat mengetahui dan memahami tentang pengetahuan perilaku api sehingga dapat melaksanakan secara cepat, tepat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan  kebakaran

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Peragaan Penggunaan Alat Pemadam Kebakaran,

Continue reading “Program Satuan Pendidikan Aman Bencana”